SEBUAH KESAKSIAN: GOD’S ANSWER OUR PRAYER

UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA

Fri, 08/08/2008 - 22:43

BANDUNG [KADNet]-SABAT, 2 Agustus 2008 sekitar jam 9.00 pagi sebagaimana biasanya Bapak Canadian Z. Panjaitan (CZP), Rektor dan salah satu ketua Jemaat UNAI menyambut anggota jemaat dan para tamu yang datang berbakti di Jemaat UNAI.
Dari sekian banyak mahasiswa dan tamu yang datang berbakti, saya perhatikan ada seorang gadis yang disapa, disalam dan diajak berbincang-bincang dan kepadanya ditanyakan apakah sudah selesai SMU, dan apakah ada rencana untuk melanjutkan studi dan berkuliah di UNAI?.

Gadis ini menjawab, telah lulus ujian Nasional (Berasal dari SMU N I Parongpong), saya sudah berdoa, berpuasa dan bekerja dengan menjajakan makanan ringan bagi penghuni kampus pada saat pulang sekolah, namun hasilnya tidak bisa ditabung, dan hanya membantu untuk meringankan beban orang tua. Sampai saat ini Tuhan belum menjawab doa saya, keluarga saya tetap tidak mampu, dan Janus, abang saya, bisa masuk UNAI setelah bekerja prakuliah selama 2 tahun.

Itulah sebabnya sayapun melamar untuk bekerja prakuliah setelah ujian nasional, namun sampai sekarang belum dipanggil, sejenak..dia berhenti berbicara..dan air mata menetes dan membasahi pipinya, ia menoleh ke arah sebelah kirinya,.dan berdesah. ah mungkin karena...ia tidak memiliki tangan kiri yang sempurna.
Pada saat mereka berbincang, saya terus memperhatikan linangan air mata dari gadis ini, yang rindu untuk berkuliah di Universitas Advent Indonesia. Tidak mungkin aku berkuliah di UNAI! Apakah Allah mendengar seru doaku? Nama gadis ini adalah Martauli
Bapak CZP memberi dorongan, bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Di dalam doanya Marta selalu memohon, agar Tuhan membukakan jalan untuk ia berkuliah di UNAI.

Sementara masih melayani para tamu yang datang, bapak CZP berbagi perasaan dengan penulis tentang pendidikan Marta. Adakah sponsor, donatur atau alumnus yang dapat membantunya?

Seusai khotbah yang disampaikan Pdt. B. D. Nainggolan dengan topik “Mujizat Terjadi Bila Percaya dan Melakukannya”. Kami, beberapa keluarga mengadakan potluck bersama di taman di belakang rumah kel. CZP. Dan seusai makan, kami berbincang kembali..dan hati bertanya..siapakah sponsor dari mahasiswa yang tak mampu?
Usai potluck, kami pulang ke rumah masing-masing.. namun bapak CZP tidak beranjak dari taman, sambil membaca Alkitab dan berdoa, “Therefore I say unto you, What things soever ye desire, when ye pray, believe that ye receive them, and ye shall have them.” Mark 11: 24
Sekitar pukul 15.30 seorang tamu datang, ia adalah mantan student unai pada tahun 1974, yang berdomisili di sekitar kampus Andrews, Michigan dan pada hari Sabat itu sementara ada di Jakarta, tergerak untuk bernostalgia ke kampus, dan tanpa direncanakan terlebih dahulu berjumpa dengan bapak CZP yang masih duduk merenung di tamannya.
Ternyata kedua insan ini saling mengenal satu sama lain, tamu itu adalah sdr. Timbul Tambunan.

Setelah berbincang-bincang, bapak CZP menyampaikan concern-nya bahwa ada seorang gadis yang rindu untuk berkuliah, namun oleh karena alasan ekonomi keluarga, belum bisa berkuliah. Gadis ini mempunyai semangat yang tinggi untuk berkuliah dan ditanyakan kepda sdr Timbul apakah bisa membantunya?
Allah yang kita sembah adalah Allah yang maha Ajaib, Allah yang Mengerti dan Peduli, Allah telah menggerakan hambanya Sdr. Timbul Tambunan, yang spontan menyatakan panggil gadis itu, saya mau berjumpa dengannya.

Singkat ceritera... Martauli bertemu dengan Sdr. Timbul Tambunan

Ketika dipertemukan...air mata Martauli mengalir deras...seperti mimpi rasanya...sesuatu yang mustahil baginya untuk berkuliah pada hari
Senin, 4 Agustus 2008 (2 hari lagi)...tapi akan menjadi kenyataan. Inilah jawaban doa dari Martauli, kedua orang tuanya, serta CZP.
Kami sekeluarga yang menjadi saksi hidup peristiwa ini turut terharu, mengucap syukur, dan berseru Allah Maha Baik dan Ajaib.. yang telah mengutus hambanya Sdr. Timbul Tambunan ke kampus UNAI. Bergema kembali khotbah yang disampaikan pada kebaktian khotbah “Mujizat Terjadi Bila Percaya dan Melakukannya”.

Kepada penerima scholarship beliau berpesan kita harus yakin akan bunyi nas Alkitab yang terdapat dalam Matius 6:33 “Cari dahulu akan kerjaan Allah serta kebenaranNya, maka sekaliannya akan ditambahkan kepadamu.”...Seek ye first the kingdom of God..and everything shall added unto you.

Ternyata, kebahagiaan tidak hanya milik Martauli seorang, karena Sdr. Timbul Tambunan bersedia pula menjadi sponsor untuk dua mahasiswi lainnya, yakni Pesta Sinurat, jurusan Pendidikan Bahasa Inggeris dan Endang yang baru selesai bekerja prakuliah selama 1 tahun akan mengambil jurusan S1-Keperawatan.
Selamat kepada penerima scholarship dari Sdr. Timbul Tambunan! Berikut adalah moment-moment indah dari Sdr. Timbul Tambunan dengan penerima bantuan dan bapak CZP yang diabadikan oleh penulis.

Atas nama universitas Advent Indonesia dan penerima Scholarship, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sdr. Timbul Tambunan dan keluarga, Semoga Tuhan membalaskan segala kebaikan yang telah ditunjukkan kepada anak didik kami.

Dan kepada para pembaca artikel ini, dan yang rindu untuk berpartisipasi, membantu mendanai mahasiswa yang tidak mampu dapat menghubungi kami czp@unai.edu; bdn@unai.edu iheriyana@unai.edu i_heriyana@yahoo.co.uk